Langsung ke konten utama

Sebab Kita Manusia

suara itu menggema meninju cakrawala

kita,
melewati fragmen hidup yang niscaya
dalam rubaiyat sunyi nan sepi
atau lagu-lagu hingar penuh suara

kita,
merutuk diri saat nestapa
lupa ingatan kala tertawa bahagia
seperti terlilit duka tak bertepi
padahal seringnya alpa mensyukuri

kita,
kerap melewati sepotong pagi
tanpa roti, kopi, dan sebait puisi
lalu melepas keringat di terik menyengat
memburu mimpi penuh semangat

kita,
kadang menangis meski hanya gerimis
atau bergegas melawan hujan deras

kita,
sekumpulan duka, sepenuh tawa
sebait bunga-bunga puisi, sebaris tragedi
selaksa gelap, secercah cahaya
segelas air putih, secangkir susu hangat

sebab kita manusia,
melewati garis-garis misteri penuh tanya
menjalani apapun di hadap mata

suka-duka, tawa-air mata, tertutup-terbuka
pahit-manis, baik-buruk, puja-hina,
jatuh-jaga, jalan-lari, duduk-berdiri
kecewa-bahagia, miskin-kaya, hidup-mati

lalu?

lamat-lamat suara itu kudengar
di telingaku menjadi hingar,
"untuk sukses, nikmatilah setiap proses"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memimpikan Tarung Bebas Ide dan Gagasan di Pilkada Pamekasan

Pilkada serentak akan dilaksanakan beberapa bulan lagi. Setelah menyelesaikan Pilpres dan Pileg, yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai pemilu paling brutal, kerja-kerja elektoral sudah dimulai lagi. Tanpa jeda. Mereka yang berminat maju dengan hasrat politik yang kuat, sejak lama sudah mengepalkan tangan. Membentuk tim di darat, laut, dan udara; sosialisasi dari kampung ke kampung; memasang baliho-baliho di jalanan atau gambar-gambar  bersliweran  di media sosial; memastikan kesiapan logistik di lapangan; menyambangi tokoh-tokoh berpengaruh; serta mendekati orang-orang penting di partai; termasuk juga lobi-lobi politik "jalur langit". Partai politik menghidupkan mesinnya. Mulai dari persiapan teknis-administratif seperti penjaringan calon; membuka komunikasi lintas partai untuk menjalin koalisi; melirik-lirik dan menguntit calon potensial; memetakan kekuatan politik di lapangan; dan tentu saja kerja-kerja elektoral untuk menaikkan nilai tawar. Kita bisa mel...

Jalan Raya Condet, Jalan Paling Harum di Indonesia

Sumber: jakarta.tribunnews.com Apa yang ada di pikiran kita saat mendengar kata Condet? Bagi yang belum tahu, tentu tak ada imajinasi apa-apa. Namanya juga tidak tahu. Tapi bagi yang sudah pernah tahu, pernah baca informasinya, apalagi pernah melewatinya, imajinasi yang muncul tentang Condet adalah tentang sebuah jalan panjang yang dikenal dengan salah satu “Kampung Arab” di Jakarta, Kebuli, ramuan Arab, Salak Meneer (Tugu Salak), atau mungkin Parfum dan Festival Condet-nya. Sebenarnya, sebagian besar  Jalan Raya Condet (Jln. Condet Raya) terletak di antara dua kelurahan, yaitu Balekambang dan Batuampar. Ia menjadi pembatas sebelah barat dari kelurahan Batuampar sekaligus pembatas sebelah timur kelurahan Balekambang. Saya sisipkan nama Batuampar di judul karena pilihan sujektif saja sebab Batuampar mengingatkan saya akan sebuah desa cantik dan keren, desa tempat saya lahir dan besar, tepatnya di Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep sana. Nama Condet, selengkapnya bisa dibac...

“Koalisi Biru”, Bangkit Bersama untuk Pamekasan ber-Kharisma

Sampai akhirnya muncul secara samar nama pasangan KH. Kholilurrahman - Sukriyanto (Kharisma) , tak banyak yang meyakini pasangan ini akan benar-benar maju. Lebih tepatnya dunia perpolitikan di Pamekasan banyak yang meragukan pasangan ini akan mendapatkan rekomendasi dari partai. Terlebih, asumsi sumir itu kemudian dikaitkan dengan kemampuan logistik yang kerap kali dicibir. Konstelasi perpolitikan di Pamekasan memang unik, dalam beberapa sisi cenderung lebih menarik. Ada begitu banyak hal yang ternyata tidak selesai hanya dengan selesainya urusan logistik. Anda boleh saja menaburkan “rudal balistik” sedemikian rupa, tapi ada masanya itu menjadi tidak berharga ketika Anda menyalahi “negosiasi”, “parembhegen” dan “tengka” . Pada Pilpres di Kabupaten Pamekasan kemarin kita bisa melihatnya secara nyata. Lalu, ketika rekomendasi dari Gelora, Demokrat, NasDem, dan terakhir PAN benar-benar sudah di tangan, banyak kalangan yang tercengang dan kaget. Bisik-bisik terdengar, “kok, bisa, ya?”, “j...